Sabar merupakan sikap keteguhan hati dalam menghadapi sesuatu. Sabar merupakan salah satu sifat terpuji dan akan mendapatkan balasan berupa pahala yg besar bagi orang yang mampu bersabar. Bahakan Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqoroh ayat 153 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ       

Artinya : “ Hai Orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama dengan hamba-hamba yang sabar”.

Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk bersabar. Sabar dalam kriteria tersebut adalah sabar dalam ketaatan dan sabar dalam menghadapi cobaan. Kemudian Allah berfirman bahwa Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar. Hal ini memiliki maksud bahwa orang-orang yang bersabar insyaallah senantiasa akan mendapatkan pertolongan dari Allah dalam hal apapun.

Al Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad Al-Haddad dalam Kitab Risalah al-muawanah,  membagi sabar mejadi empat bagian sebagai berikut:

  1. Sabar mengerjakan ketaatan

Sabar dalam mengerjakan ketaatan dapat diperoleh melalui 2 hal yaitu secara batin dan secara lahir. Secara batin diperoleh dengan cara bersikap ikhlas, hati yang tulus  dan khusyuk. Dan secara lahir diwujudkan dengan kerutinan, kerajinan dan selalu berpijak pada syariat agama. perkara yang mendorong timbulnya kesabaran ini ialah janji Allah Swt akan adanya pahala di dunia dan akhirat.  Al Habib Abdulloh berkata bahwa Barangsiapa yang selalu melaksanakan kesabaran, maka sampailah ia menuju derajat pendekatan kepada Allah, sehingga ia pun mampu merasakan kemanfaatan dan kelezatan dalam melaksanakan ketaatan dan ia pun tak akan tenang, kecuali selalu mendekatkan diri kepada Allah.

  1. Sabar Akan Kemaksiatan

Sabar dalam menghadapi kemaksiatan ialah dengan menjauhi dan meninggalkan perbuatan-perbuatan itu, sedangkan hasil lahiriah yang ia peroleh ialah kemampuan menghilangkan bisikan hati dan kecondongan padanya, karena awal suatu dosa ialah bisikan hati.

  1. Sabar Mengingat Dosa-dosa yang Telah Lalu.

Apabila mengingat dosa yang telah lalu akan menimbulkan rasa takut dan sesal, maka lakukanlah. Tetapi, bila tidak, maka lebih baik tinggalkan. Hal-hal yang membangkitkan kesabaran ini ialah mengingat ancaman siksa Allah di dunia dan akhirat.  Barangsiapa dalam hal ini dapat terus menerus, maka Allah akan memuliakannya dengan memberikan rasa enggan padanya dalam melaksanakan kemaksiatan sehingga ia berpendapat lebih baik masuk ke dalam api daripada mengerjakan maksiat walaupun sedikit.

  1. Sabar dari Syahwat.

Sedangkan kesabaran diri dari syahwat bermaksud bersikap tidak terbujuk oleh nafsu duniawi dan tidak terlalu mengejar dan mengikuti nafsu keduniawian semata.  Dari kesabaran ini muncul kesadaran bahwa mencari dan memanfaatkan kesenangan dunia dapat melalaikan seseorang dari mengingat Allah serta beribadah kepada-Nya. Lagipula hal ini dapat menjerumuskannya dalam kesyubhatan, keharaman, ketamakan pada dunia.

Barangsiapa bersabar untuk menjauhi hal-hal yang menimbulkan syahwat, Allah Swt. akan memuliakannya dengan mengeluarkan syahwat dari hatinya hingga ia mampu berkata seperti perkataan sebagian orang-orang makrifat, yaitu:

“Aku berharap supaya aku dapat meninggalkan segala sesuatu yang kuinginkan sehingga tak satu pun keinginan yang ada dalam diriku.”

Pengarang kiab ini melanjutkan tentang isitimewanya menahan sabar dari syahwat melaui perkataanya    ترك شهوة واحدة أنفع لقلب من عباداة سنة

” Menjauhi Syahwat sekali, lebih bermanfaat bagi hati, daripada ibadah setahun”.

Semoga kita diberi kekuatan dan anugerah oleh Allah SWT. Untuk senantiasa bisa kuat dan sabar dalam mejalani dinamika kehidupan ini.

Oleh : Alwi & Ardhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *