Gus Reza : Gus Baha  itu  Harta Karun yang Kita Temukan

*Disarikan dari Mauidzoh Gus Reza pada acara Majelis Sholawat Kubro JKM 22 & JKM 23

“Gus Baha itu termasuk Kanzun min Kunuzin nusantara,”  dawuh Gus Reza membuka Mauidzohnya. Artinya Gus Baha’  termasuk harta karun yang kebetulan harta karunya kali ini tampak, dan beliau Gus Baha’ yang ddulu sudah lama terpendam, sekarang telah bangkit lagi dari bawah tanah. Maka tak heran mauidzoh atau ceramah gus Baha’ sering membuat masyarakat gempar. Maka dalam mauidzoh ini Gus  Reza menisbatkan Gus Baha dengan tambahan nisbat Al-Virali. Kemudian  Gus Reza menceritakan sebuah kisah :

Suatu hari ada seseorang yang ingin membeli sebuah tanah. Setelah dicapai kesepakatan, dilanjutkanlah transaksi. Ketika Si Pembeli tersebut mulai mengerjakan pembangunan diatas tanah tersebut, dia dikejutkan dengan sebuah harta yang tidak sengaja dia temukan. Namun karena Si Pembeli mempunyai sifat wira`i, dia memutuskan untuk menemui si Penjual dengan tujuan untuk mengembalikan harta tersebut “ Saya ini membeli tanah, terus mendapat harta karun, harta karun ini milik anda, ini saya kembalikan !”  kata si pembeli tanah, namun si penjual tadi menjawab “ Kamu sudah membeli tanah, berarti apa yamg ada didalam tanag adalah milik kamu! “

Kebetulan si Penjual juga memiliki sifat wira`i, Si Penjualpun menolak harta tersebut. Merekapun saling berdebat dan saling menolak klaim atas harta tersebut. Akhirnya permasalahan tersebut dibawa ke meja sidang. Dihadapan Qadhi mereka menceritakan kronologi permasalahan . Sang Qadhi pun heran dengan cerita keduanya. Kemudian Qadhi bertanya kepada Si Pembeli mengenai alasan mengapa dia mengembalikan harta tersebut kepada Si Penjual?  Si Penjual berkata bahwa dia hanya membeli tanah tersebut, tidak membeli harta tersebut. “ Kenapa kamu tidak mau harta karun ini?” tanya si hakim kepada si pembeli tanah. “ saya ini membeli tanah, tidak membeli harta karun walaupun toh itu ada di bumi saya”  si penjual tanah juga menjawab “ karena saya sudah menjual bumi saya kepada pemberi maka semuanya milik hak pembeli “.

  Hal tersebut membuat Qodhi heran sekaligu bingung, Setelah mempertimbangkan berbagai  hal  Qadhi pun memutuskan. Qadhi kemudian bertanya kepada kedua belah pihak apakah keduanya mempunyai anak. Keduanya menjawab bahwa mereka punya anak. Kebetulan anak mereka  putra dan putri. Akhirnya Qadhi memutuskan untuk menikahkan anak dari  kedua belah pihak dan memberikan harta tersebut kepada anak mereka.  Dengan demikian si Penjual dan si Pembeli tadi menjadi besan. Supaya harta karun tadi dinikmati kedua belah pihak melalui putra-putrinya.

Dalamm hal ini Gus Reza menganalogikan  gus baha’ seperti harta karum diatas“ Lha Gus Baha’ ini adalah termasuk harta karun yang ditemukan oleh kita”, dawuh Gus Reza, karena keberadaannya sempat membuat  geger dan gempar. Karena keveradaan Gus Baha’ bisa bermanfaat untuk orang lain “ gus baha’ ini harta karun yang tersimpan dan sekarang kita temukan, keberadaanya bisa kita nikmati bersama, bisa dinimkati Masyarakat, bisa dinikmati oleh khalayak dan bisa dinikmati oleh bangsa Indonesi “ . tutur Gus Reza.

Setelah Gus Reza selesai Mauidzoh, dilanjut dengan Muaidzoh Gus Baha’, selengkapnya bisa disaksikan di Link Youtubr yang ada di web ini.

@Elmahrusy.Media

2 thoughts on “Gus Reza : Gus Baha itu Harta Karun yang Kita Temukan

  1. semuanya yang di sampaikan beliau adalah ilmu. semoga selalu diberikan kesehatan dan panjang umur…amiinn.
    pangapunten. mau ngundang Gus Reza ngisi pengajian pripun gih caranya. suwun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *