SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

Mengenal 4 Tokoh Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah

Terbit 18 Juni 2021 | Oleh : Elmahrusy Media | Kategori : Importan
Mengenal 4 Tokoh Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah

Sudah menjadi hal lumrah apabila setiap Pesantren memiliki tokoh yang menjadi panutan, begitupula Pondok Al-Mahrusiyah memiliki 4 tokoh yang menjadi murobbi, panutan, dan teladan, bagi santri, masyakat dan simpatisan.
mari kita simak:

  1. KH Abdul Karim (Pendiri Pondok Lirboyo, 1856-1954 M)
    Founding Father Pondok Lirboyo, Lahir di Magelang, putra ketiga dari empat bersaudara, sewaktu kecil sudah yatim lalu berkelana mencari ilmu mulai tahun 1870 M, Pondok Pertamanya di Sebuah Dusun di Babadan Gurah Kediri, hingga pada tahun 1896 menjadi Murid Syaikhona Kholil Bangkalan.

Setelah berusia lebih dari 40 tahun menikah dengan Putri seorang Kiai saudagar dari Kediri, puncaknya pada tahun 1910 diatas tanah yang teramat wingit mendirikan Pondok Pesantren Lirboyo, hingga saat ini menjadi Pesantren berkembang pesat dengan Jumlah santri lebih dari 30 Ribu.

Mbah Moen menyebut Pondok Lirboyo telah berjuang dengan perjuangan suci dua masa tajdidul ummah (1300-1400 H.)

Mbah Manab terkenal sebagai pengejawantahan dari “Tanpa Nasab Ilmupun Jadi.”

  1. KH Mahrus Aly (Penerus Pondok Lirboyo, 1907-1985 M)

Lahir ditataran tanah Pasundan, Gedongan tepatnya, semasa kecil hidup di Lingkungan Pesantren, lincah, rajin, taat, pandai melekat pada diri Yai Mahrus Kecil. Hingga membuatnya melanglang buana dari Pesantren satu ke Pesantren lainnya.

Kharisma ketokohnanya mulai terasa tatkala Di Pondok Kasingan Rembang dibawah asuhan KH Kholil Harun. Disana sembari nyantri Yai Mahrus juga menjadi pengajar.

Setelah lima tahun di Kasingan, Yai Mahrus sebenarnya sudah bisa dianggap mapan secara intelektual maupun spiritual, namun Beliau tetap lanjut mondok lagi ke Lirboyo, yang waktu itu masih di bawah asuhan KH Abdul Karim.

Ketekunan, kesungguhan, dan kecerdasan Yai Mahrus membuat KH Abdul Karim menjadikannya menantu, menikahkan dengan Nyai Zainab putri beliau.

Di Lirboyo ini Yai Mahrus benar-benar menjadi tokoh besar, Kiai Religius Nasionalis melekat pada beliau. Sekarang di Jawa Timur ada Kodam Brawijaya, dibalik situlah terdapat Jasa Yai Mahrus yang tak terhingga.
Salah satu Putra Kiai Mahrus nantilah yang mendirikan Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, nama yang dinisbatkan kepadanya.

  1. KH Utsman Al-Ishaqi (1915-1984)

Beliau masyhur sebagai Musryid thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, meneruskan Gurunya KH Romli Tamim, lahir di Jatipurwo Surabaya.

Beliau pernah nyantri di Tebu Ireng Jombang dibawah asuhan Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, kemudian lanjut nyantri Ke Yai Romli Tamim, Peterongan Jombang.

Hubungan Yai Romli dan Yai Utsman ini teramat spesial, hingga pada tahun 1941 dibaiat menjadi Mursyid thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

Setelah itu beliau mendirikan Ponpes Darul Ubudiyah Roudlotul Muta’alimin pada 1957.

Tepat pada tahun 1978, beliau besanan dengan KH Mahrus Ali Lirboyo, Dimana Putri beliau Ibu Nyai Hj. Zakiyatul Miskiyah dinikahi oleh KH Imam Yahya Mahrus, Putra dari KH Mahrus Aly.

Dari hubungan besanan inilah kelak Lirboyo memiliki Relasi spesial dengan Jatipurwo. Makam beliau hingga sekarang menjadi agenda rutinan untuk diziarahi oleh santri-santri Lirboyo Al-Mahrusiyah.

  1. KH Imam Yahya Mahrus (Pendiri Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, 1948-2012)

Setelah melalui gemblengan dan kedisiplinan dari Ayahanda, suatu ketika terdengar sebuah bisikan kepada Yai Imam
“Awakmu sesuk mangkat mondok neng Sarang, ojo ngomong sopo-sopo, ” Dari suara tanpa rupa itu menjadi motivasi bagi yai Imam dan menjadi misteri bagi Keluarga. Karena Yai Imam meuju ke Sarang tanpa izin ke Orangtua, yang lantas sempat membuat orang tua Khawatir.

Di Sarang Yai Imam menjadi Santri pertama Mabh Moen, hingga Yai Imam menjadi pengurus disana.

Setelah Dari Sarang Yai Imam menuju Tanah Haromain, di Tanah suci Makkah dahulu selama dua tahun, setelah itu Ke Universitas Islam. Madinah, Sayyid Alwi Al-Maliki, Syaikh Yasin Isa Al-Fadani, Syaikh Muhammad Abduh Al-Yamani adalah beberapa guru beliau selama di Saudi Arabia.

Lalu beliu boyongan Ke Lirboyo, setelah 10 Tahun Menjalani Bahtera Rumah Tangga dengan Ibu Nyai Hj. Zakiyah, Yai Imam Mendirikan Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah, tidak hanya mengaji diniyah, di Pesantren ini santri juga melahap Bangku Formal Mulai dari Paud hingga Perguruan Tinggi. Berbagai posisi penting sering diamanahkan pada Yai Imam, salah satunya adalah Rektor IAI Tribakti.

Kini 4 tokoh diatas telah kembali ke Rahmatullah, tak meninggalkan apapun selain kenangan, tak menurunkan apapun selain ilmu tak mengharapkan apapun selain Doa-doa dari kita sebagai santrinya, Seraya melanjutkan pekerjaannya.

Sekarang Pondok Al-Mahrusiyah dinakhodai oleh 6 Putra-putri Yai Imam, sampai saat ini terdapat 3 Unit Pondok Al-Mahrusiyah yang telah berdiri, belum lagi cabang Kandat yang masih proses pembangunan. Dan dihuni sekitar 5000an santri. Semoga Al-Mahrusiyah tetap lestari, dalam syiar ilmi, linaiili Ridhollohi. Ila yaumil Qiyamah. Wallohu A’lam.

Oleh: @Elnahrowi

Lirboyo #Almahrusiyah

SebelumnyaJadwal & Protokol Kedatangan Santri SesudahnyaHaul Masayikh Lirboyo dan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

Berita Lainnya

0 Komentar